Akselerasi Transformasi Layanan Primer, Sekda Barru Buka Rakor Posyandu Siklus Hidup dan Ungkap Kenaikan Signifikan 21,8 Persen


BARRU, kesehatan.kibarbarru.com – Pemerintah Kabupaten Barru terus bergerak taktis dalam memperkuat pilar pelayanan kesehatan dasar di tingkat tapak. Mewakili Bupati Barru, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., secara resmi membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten di Cafe 3R Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan tingkat tinggi lintas sektor ini mengusung misi krusial, yakni menyukseskan implementasi Transformasi Layanan Primer melalui penguatan posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Barru.

Pantauan di lokasi, rakor ini dihadiri oleh jajaran eselon II dan pejabat teras Pemkab Barru, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapperida, Kepala Dinas PMDPPKB, Kepala Dinas Sosial PPPA, Kepala Disdukcapil, Kepala DLH, hingga Kepala Satpol PP dan Damkar. Turut hadir para Camat se-Kabupaten Barru, Tim Penggerak PKK Kecamatan, serta para Kepala Puskesmas setempat.

Era Baru Posyandu: Layanan Holistik Menjangkau Seluruh Siklus Hidup

Dalam arahannya, Sekda Barru Andi Syarifuddin menegaskan bahwa paradigma Posyandu kini telah bergeser secara revolusioner. Posyandu tidak lagi sekadar identik dengan penimbangan bayi dan balita, melainkan telah bertransformasi total melayani seluruh kluster usia manusia secara holistik dan terpadu.

“Sekranag Posyandu telah bertransformasi melayani seluruh kluster usia hidup. Mulai dari balita, remaja usia sekolah, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, ibu bersalin, usia dewasa, hingga lansia. Artinya, ini adalah pelayanan yang menyeluruh sebagai ujung tombak preventif dan promotif kesehatan daerah,” jelas Andi Syarifuddin meyakinkan.

Mengingat program ini mendapat dukungan penuh dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Sekda mengingatkan jajarannya bahwa transformasi ini merupakan instruksi prioritas pemerintah pusat yang wajib dikawal secara ketat oleh pemerintah daerah.

Hukumnya Wajib: Terapkan Konsep "Empat Pasti" untuk Berantas Stunting

Lebih jauh, Andi Syarifuddin membeberkan salah satu indikator keberhasilan Posyandu adalah tingkat kunjungan dan keakuratan data masyarakat. Dalam mengakselerasi penurunan angka stunting, ia menekankan penerapan konsep makro "Empat Pasti", dimulai dari ketepatan pendataan sasaran.

“Seluruh sasaran, mulai dari remaja hingga lansia harus terdata lengkap di wilayah kerja Posyandu masing-masing. Karena itu, forum koordinasi ini jangan hanya jadi formalitas. Harus ada output yang jelas. Permasalahan di lapangan dikupas, dicarikan solusi bersama lewat indikator standar kerja, waktu, dan penanggung jawab yang terukur,” tegasnya.

Kabar baiknya, kerja keras kolektif Pemkab Barru mulai membuahkan hasil nyata. Dalam forum tersebut diumumkan bahwa jumlah Posyandu Siklus Hidup Aktif di Kabupaten Barru mengalami lonjakan signifikan sebesar 21,8 persen dari total 275 Posyandu yang tersebar di Bumi Hibrida. Peningkatan ini mencerminkan tingginya komitmen sinergi antar-lembaga dalam merespons kebutuhan riil masyarakat.

Sinergi Lintas Sektor untuk Hasil Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Wirdha, S.Farm., Apt., dalam rilis laporannya menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu merupakan wadah resmi untuk menyelaraskan arah kebijakan, program kerja, serta pelaksanaan teknis kegiatan Posyandu dari level kabupaten, kecamatan, hingga ke tingkat desa.

“Rakor ini bertujuan meningkatkan efektivitas pembinaan berkala melalui penguatan kemitraan lintas sektor, mengevaluasi capaian program berjalan, serta menyusun rencana tindak lanjut (action plan) yang lebih terarah dan berbasis pada peta kebutuhan masyarakat desa,” pungkas Wirdha.


Editor: Redaksi kibarbarru.com
Sumber: Humas IKP Pemkab Barru

Posting Komentar untuk "Akselerasi Transformasi Layanan Primer, Sekda Barru Buka Rakor Posyandu Siklus Hidup dan Ungkap Kenaikan Signifikan 21,8 Persen"